Thursday, August 14, 2008

Planet yang memiliki 3 buah matahari

FLORIDA--MIOL: Sejumlah ahliastronomi berjaya mengesan sebuah planet di luar sistem suria kita yang memiliki tiga matahari, bukan satu, dalam sebuah penemuan yang bertentangan dengan teori para astronomi mengenai formasi planet.

Planet itu, sebuah kumpulan gas raksasa yang sedikit lebih besar daripada planet Jupiter, mengorbit bintang utama dari sistem tiga bintang yang dikenal sebagai HD-188753 dalam konstelasi Cygnus (Angsa).

Ketiga-tiga matahari dan planetnya itu berjarak sekitar 149 tahun cahaya dari Bumi, dan antara satu dan yang lain terletak pada jarak lebihkurang sama dengan jarak dari matahari kita ke ke planet Saturn, kata pakar-pakar astronomi AS dalam laporannya pada edisi terkini majalah Nature.

Satu tahun cahaya sama dengan sekitar 10 trillion kilometer, jarak yang ditempuhi cahaya dalam masa satu tahun.

"Jika anda berdiri di permukaan planet itu, anda akan melihat tiga matahari di angkasa, namun orbitnya terpusat di sekitar bintang utama kuning di antara ketiga bintang itu. Bintang yang besar dari dua matahari lain berwarna oren, sedang yang kecil berwarna merah," kata para astronomi di Institut Teknologi California dalam sebuah pernyataan.

Gambaran imaginasi pelukis mengenai planet dan ketiga bintangnya itu yang dilihat dari sebuah bulan hipotesis.


Temuan baru itu bisa mengacaukan teori-teori yang sudah ada yang menyebutkan bahwa planet biasanya terbentuk dari gas dan debu yang mengitari sebuah bintang tunggal, dan bisa mendorong para ilmuwan mencari tempat-tempat baru planet.

"Implikasinya adalah ada lebih banyak planet di luar sana daripada yang kita perkirakan," kata astronom-astronom itu dalam pernyatan tersebut.

Astronom Caltech, Maciej Konacki, yang menulis artikel penelitian itu, menunjuk tipe baru planet itu sebagai planet Tatooine karena kesamaannya dengan gambaran Luke Skywalker mengenai planet rumahnya dengan nama yang sama, dengan lebih dari satu matahari, dalam film asli Star Wars.

Kenyataan bahwa sebuah planet bisa berada dalam sistem multi bintang merupakan hal yang menakjubkan, menurut Konacki.

No comments: